Sambangan Akbar Santri Baru 40 Hari, Al-Yasini Gelar Istighotsah Bersama Wali SantriBy : Alfina-Mezaluna- 8D

Sambangan Akbar Santri Baru 40 Hari, Al-Yasini Gelar Istighotsah Bersama Wali SantriBy : Alfina-Mezaluna- 8D

Pasuruan – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini pada Ahad (10/8/2025). Ribuan wali santri memadati halaman pondok dalam rangka Kiriman Akbar 40 Hari Santri Baru yang dibarengi dengan istighotsah bersama.

Program 40 Hari Santri Baru merupakan agenda khusus yang dirancang pengurus pondok untuk memberi waktu adaptasi bagi santri sebelum bertemu kembali dengan keluarga. Tujuannya, membantu santri berbaur dengan lingkungan pondok, mengurangi rasa rindu berlebihan, dan meminimalisir keinginan pulang (boyong) di masa awal mondok.

Sambangan kali ini terasa istimewa. Berbagai makanan ringan, hidangan berat, hingga minuman segar dibawa wali santri dari rumah, dipersiapkan dengan penuh cinta. “Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu selama 40 hari lamanya,” ungkap Ibu Wulan, salah satu wali santri baru, sambil tersenyum haru. Ia tak sabar mendengar cerita suka dan duka buah hatinya selama di pondok.

Bagi para santri, 40 hari pertama bukanlah masa yang mudah. Jadwal padat, kegiatan intensif, dan aturan pondok menjadi tantangan tersendiri. Namun, kebersamaan dengan teman-teman dan dukungan para ustadz membuat mereka mampu bertahan hingga hari ini.

Menurut banyak wali santri, Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini adalah “two in one”: tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengutamakan pencapaian akademik, pembinaan karakter, dan keterampilan santri secara menyeluruh. Keilmuan para masyayikh, ustadz, dan ustadzahnya pun tak diragukan lagi. Nama “Al-Yasini” diambil dari Almaghfur KH. Yasin Abdul Ghoni, sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengharap keberkahan ilmu beliau.

Acara ini menjadi ajang melepas rindu yang mengharukan. Senyum ceria santri, pelukan hangat orang tua, dan tatapan bangga menjadi momen tak ternilai. Sebuah pengingat bahwa perjuangan orang tua mencari nafkah dan k esungguhan anak menuntut ilmu adalah dua jalan yang kelak akan bertemu dalam kebahagiaan dan keberkahan. 

WhatsApp
Facebook
Print

Wawasan Terbaru